Debu – Debu jalanan
Daun tak lagi sama…
Mulai mengering ,.termakan senja..
Debu melekat,.membuatnya Usang..
Bertahan di Ranting Yang Rapuh..
Sesekali daun nya Berguguran Ramai..
Seperti sudah Ber Abad lama nya
Tak kulihat Telaga disini..
Tak ada kejernihan dari mata air..
Tak ada yang menyirami nya..
Hanya melihat segengam Asa
Dari peninggalan ,.jejak terdahulu..
Aura Tak lagi sama..
Lelah ke akar langit..
Yang Asyik ..
Hanya Ego yang menggundam ,.bernyanyi,.terbahak Ria..
Menentang Nurani yang Kalut tak bertepi..
Yah.. daun Tak lagi sama..
Akar nya tak lagi subur..
Tak ada kejernihan Kalbu..
Tertatih menelusuri jejak
Sajak tua..yang lembab terkikis waktu
Dentingan Jam Menari – nari
Takkan ada kisah yang kan terulang..
Tentang Mereka,.
Yang Diam di dekap pilu..
Tentang Mereka
Yang mengoceh tak pernah berhenti..
Menggerutu tajam,. Namun Tak mengirisnya …
Tentang Mereka yang kebal ..
Kulit Badaknya Mengepak ..tak beraturan..
Baginya Tak ada Kalbu..
Bahkan diri nya pun telah tergadai..
Tak ada kisah yang Apik..
Alurnya tak dapat di terka..
Pintalan benang nya tak dapat di ulur..
Kita ini kosong…
Tanpa isi..
Masikah ada EGO..pembangaan diri.
Dalam penat,yang akan menggerogoti jiwa
Menentang nurani yang mati suri..
Tertawa..dan tertatih beriringan..pilu..
Rasa tak lagi sama,..
Hambar ..dalam Tahta,. Serta Ego yang tertawa..
Sedang kita ini punya siapa ?
Daun tak lagi sama..
Mulai mengering termakan senja..
Telaga disini ..Hanya berkisar dijariku
Lebihnya hanya Air Keruh..dari kumpulan yang terbuang…
Jiwa Mulia menjadi langkah..
Bebal..busuk.. Merajalela..
Kenapa Mesti berpura lupa..?
Lihat Pembaringan Terakhir mu,..
Coba Tanya Nurani …
Kita ini Punya siapa..???
Daun tak lagi sama…
Mulai mengering ,.termakan senja..
Debu melekat,.membuatnya Usang..
Bertahan di Ranting Yang Rapuh..
Sesekali daun nya Berguguran Ramai..
Seperti sudah Ber Abad lama nya
Tak kulihat Telaga disini..
Tak ada kejernihan dari mata air..
Tak ada yang menyirami nya..
Hanya melihat segengam Asa
Dari peninggalan ,.jejak terdahulu..
Aura Tak lagi sama..
Lelah ke akar langit..
Yang Asyik ..
Hanya Ego yang menggundam ,.bernyanyi,.terbahak Ria..
Menentang Nurani yang Kalut tak bertepi..
Yah.. daun Tak lagi sama..
Akar nya tak lagi subur..
Tak ada kejernihan Kalbu..
Tertatih menelusuri jejak
Sajak tua..yang lembab terkikis waktu
Dentingan Jam Menari – nari
Takkan ada kisah yang kan terulang..
Tentang Mereka,.
Yang Diam di dekap pilu..
Tentang Mereka
Yang mengoceh tak pernah berhenti..
Menggerutu tajam,. Namun Tak mengirisnya …
Tentang Mereka yang kebal ..
Kulit Badaknya Mengepak ..tak beraturan..
Baginya Tak ada Kalbu..
Bahkan diri nya pun telah tergadai..
Tak ada kisah yang Apik..
Alurnya tak dapat di terka..
Pintalan benang nya tak dapat di ulur..
Kita ini kosong…
Tanpa isi..
Masikah ada EGO..pembangaan diri.
Dalam penat,yang akan menggerogoti jiwa
Menentang nurani yang mati suri..
Tertawa..dan tertatih beriringan..pilu..
Rasa tak lagi sama,..
Hambar ..dalam Tahta,. Serta Ego yang tertawa..
Sedang kita ini punya siapa ?
Daun tak lagi sama..
Mulai mengering termakan senja..
Telaga disini ..Hanya berkisar dijariku
Lebihnya hanya Air Keruh..dari kumpulan yang terbuang…
Jiwa Mulia menjadi langkah..
Bebal..busuk.. Merajalela..
Kenapa Mesti berpura lupa..?
Lihat Pembaringan Terakhir mu,..
Coba Tanya Nurani …
Kita ini Punya siapa..???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan di Koment . Untuk Perbaikan Blog saya .. Nice to Meet you and See you .