Saya masih dalam pencarian ke sana juga bu.
Semoga suatu saat ada jalan.
Saya tdk tahu, apa ajakan mengenal diri itu hadits atau bukan.
"Man 'arafa nafsahu, faqada 'arafa rabbahu,
siapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya".
Sepintas, riwayat itu terkesan arogan.
Sebab, menyandingkan (pengenalan) diri dengan Tuhan.
Tapi patut dicermati.
Mengingat ada hadits Qudsi yang mengatakan bahwa,
"Seluruh alam tidak akan mampu menampungku.
Kecuali hati manusia yg suci.
" Wallahu a'lam.
Semoga suatu saat ada jalan.
Saya tdk tahu, apa ajakan mengenal diri itu hadits atau bukan.
"Man 'arafa nafsahu, faqada 'arafa rabbahu,
siapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya".
Sepintas, riwayat itu terkesan arogan.
Sebab, menyandingkan (pengenalan) diri dengan Tuhan.
Tapi patut dicermati.
Mengingat ada hadits Qudsi yang mengatakan bahwa,
"Seluruh alam tidak akan mampu menampungku.
Kecuali hati manusia yg suci.
" Wallahu a'lam.
Man arfa nafsahu faqad arafa rabbahu, benar, itu hadits dari Rasulullah melalui Ali ra. Tidak aroga, karena itu sebuah keniscayaan. Barangsiapa kenal dengan nafsnya (jiwa) niscaya akan kenal ia dengan Tuhannya. Al Ghazali menambahkan, "tidak kenal akan nafs (jiwa) dan rabb, sebelum kenal qolb. jadi qolb adalah penentu mengenal keduanya (nafs & rabb), qolb adalah hati paling dalam. Jadi terkait bukan dengan hadits qudsi tersebut. hehe.. Semoga selamat sampai tujuan :)
BalasHapus