Selasa, 22 Juli 2014

Tak Mengejar Obsesi




Di tempat itu..
Disana ..
Banyak sekali Rupa ..
Ada yang tulus atau berpura tulus ..
Teman dan lawan melebur jadi satu
Yach disana .. ditempatku mencari sesuap nasi..
Entah mengapa seperti telah menjadi biasa dan budaya
Saat ia memakan bangkai saudaranya sendiri ..
Selalu saja tentang Tahta ..
Yah tahta dan tahta ,. Padahal tahta takkan terbawa di penghujung usia kita.
Di setiap kursi ,selalu ingin Ia –ia semua jilati ..
Hingga liurnya pun mengering..
Saya tak berada di antara mereka ..
Saya bukan penyorak bagi mereka ..saya bukan pula pengikut ..
Saya sendiri , di tengah debu yang tersibak disana ..
Sesekali ia berusaha menempeli tubuhku..
Namun segera ku sirami ia dengan air .. yah .Entah sampai kapan ..
Kaki ku bertahan  di pijakan ini ..
Sedang  disana ,ranting, dahan dan pohon nya pun mulai rapuh..
Lalu Buah dan akarnya tak pernah menyatu ..
Saya hanya bagian kecil yang tunggal ..
Terkadang angin menerbangkan debunya beramai ramai padaku ..
Hingga sisa dari sisanya yang kecil pun menempel padaku..
Lalu angin itu pun berlalu tak merasa bersalah ,telah menempeliku debu..
Yah tentu debu yang kan kusirami kembali air., hingga debu itu pun berlalu.
Ada juga yang memakai topeng
Asyik sekali berlakon yang apik
Yah bak pemain sandiwara senior.
Terkadang ia tersenyum namun hatinya mendendam
Saya melihat mereka begitu senang dengan debu yang membuatnya usang.
Saya bukan bagian mereka , meski keberadaanku di tengah mereka..
Saya menjadi tunggal tak mengapa ,.
sebab saya tak suka mendendangkan  kata , menjilati kursi..
Saya, Aku, Si fulang yang terkadang salah , khilaf dan Alfa ..
Tetapi saya tak suka menipu nurani ..
Sebab saya tulus dalam bersikap ..
Tak suka tipu menipu diri  ,.
Saya selalu saja mencari kehidupan yang tulus ,.
Tanpa intrik dan kemunafikan ..
Terkadang saya pun terbata – bata ..manakah lawan , manakah kawan ..
Sebab  tulusku , maka tak sampai fikirku , lagi lagi kursi menjadi kan kawan itu menjadi lawan..
Iri hati , ketamakan menjadi ratu di hati mereka ,.
Meski tak harus ku ucap lugas , bahwa aku tak suka Debu disana..Debu itu membuatnya usang..
Aku manusia yang punya hati , setiap hati wajib kujaga ,.
Meski Yah Terkadang Saya harus melebur tertawa dalam kepahitan.
Kepahitan , karena debu – debu disana  beramai- ramai dan asyik sekali bermain tanah hitam , becek , dan kotor.
Saya bercanda, tertawa, melebur meski tetap bersekat,I tu Bukan berniat untuk membohongi diri ku, tetapi membuat mereka tersenyum pun , adalah kebahagiaan bagiku.
Terkadang pun Hanya sekedar ingin tau asli dan palsunya..
Ternyata jauh panggang dengan api ..
Yah biarkan saja air nya mengalir..
Agar debu disana perlahan sirna ..
Namun bisakah ku siram jika hanya seorang diri ?
Yah perlahan bisa ! meski semua debu itu menyerbu ku ,.
Yah aku akan menyiraminya..hinga ia terbang , berlalu bersama angin jalanan..
Dan sudah ada beberapa yang tersadar disana dan mulai melap debu di tubuhnya..
Meski dengan mudahnya ia kerasukan debu lagi ..
Dan ada lagi ..
Debu disana mulai bertingkah ..
Sekumpulan debu jalanan .. mencari kelemahan setiap yang tak berdebu
Lalu beramai ramai meniupi nya debu , pelan tapi pasti ..
Terkadang ku sirami air, lalu bagaimana dengan yang lain yang tunggal sepertiku..
Apakah ia akan menyirami debu itu, atau malah asyik mendendang bersama , mengambil bagian dari debu jalanan.
Dan sungguh kasihan..
Akar, pohon, dahan , ranting, dan buah .. tak pernah menyatu..
Ia bagaikan air dan minyak ..
Terkadang terlihat menyatu , namun ada sekat diantaranya ..
Dan saya bukan siapa siapa ..
Saya tak peduli dengan tahta ..
Setiap pundi yang ku raih , selalu ku toreh dengan semangat, keringat peluh , sujud ku,dan doa orang tuaku.
Setiap di suguhi kursi,tahta.. saya selalu menolaknya dengan lantang..
Tidak ! lalu  si akar itu pun bertanya , mengapa kau tolak padahal,kursi ini sangat empuk?
Yah saya menolaknya, dan dahulu telah banyak tangkai, dan buah yang saling beradu..
Dan telah banyak yang patah ,serta tersingkap debu.
Saya tak mengejar obsesi .
Yah. Cukup bagiku ALLAH.. tak usah dengan kursi empuk..
Kursi pesakitan pun sudah cukup.
Sebab dengan kursi empuk itu ,aku takut akan banyak godaan dari debu jalanan ..
Sungguh aku tak mau di tempeli debu yang akan membuatku usang..
Di manapun kita berpijak , selama masih ada ketamakan , keserakahan , di situpun debu tertiup angin.
Mereka yang tersibak debu , tak pernah bercermin..
Dalam cermin ,wajah mereka telah menggumpal debu membuatnya usang legang..tak bersinar dan tak ada cahaya..
Nafsu dunia yang memucak menutupi mata hati.
Yah terkadang mereka lupa jika mereka kan berpulang..
Dan mirisnya lagi setiap yang berdebu selalu mencari kawan ..untuk saling mengotori bersama –sama saling kotor mengotori ..
Dan jika ada sumber air dekat darinya, terkadang sumber air pun berusaha ia masukkan debu..
Lalu Seberapa kuat kah debu bertahan didalam air ??
Engkau tahu , setiap debu akan tergenang di dasar air , dan yang terlihat adalah kejernihan dari air tersebut , lalu debunya akan menjadi ampas yang tak bermakna yang akan terbuang..
Perlahan –lahan akan ku kerahkan semua pasukan air kesana ..
Agar semua yang berdebu .. perlahan  bersih ..
Saya belajar banyak dari hidup mereka..
Saya melihat , mengamati , mengklarifikasi ,lalu menyimpulkan berdasarkan apa adanya mereka
Saya belajar tentang  Sari patih hidup..
Tentang hukum Rimba..
Saya belajar , banyak potret kehidupan ..
Dan terkadang manusia seperti aku pun harus selalu meminta nasehat  dan petuah petuah orang tuaku, kerabat ku, agar aku bisa bertahan di sana ..
Agar kaki ku tetap kokoh , tak tergoyah , tak tersibak debu ,.
Kokohkan kaki ku ya Rabbi.ihdinas siratal mustaqim.
Saya , Aku ,Si fulan Dhoif ini..
Bukan bagian dari mereka ..
Cukup bagiku , setiap yang ku punya ,selalu ku toreh dengan keringat ,semangat ,serta doa di setiap sujudku, tak lupa doa dari orang tua yang selalu menyertai ku.
Aku terbiasa sederhana ..
Orang tua ku  seorang PNS biasa..
Ayah seorang Guru Agama , namun ia telah berpulang ke Ridhaan ALLAH AZZA WA JALLA
Aku belajar tentang,ibadah ,tentang  ketangkasan, kegigihan , kerja keras, humoris,romantismenya seorang ayah.
IBu seorang Guru Agama , Alhamdulillah Ibu masih selalu menyertai langkahku dengan doa-doa di setiap sujud malam nya. Bagiku ibu adalah berlian yang selalu menyilaukan , memberi cahaya dan menyinari dalam dekap kehangatan.
YA RABBI PANJANGKANLAH USIA IBU HAMBA , LANCARKAN SEGALA URUSAN DUNIA DAN AKHIRATNYA , JAUHKAN DARI BALA, LANCARKAN REZEKINYA, DAN DAN IZINKANLAH IA BERUMUR PANJANG 150 TAHUN DALAM KESEHATAN DAN KETAKWAAN YANG LEBIH. IZINKANLAH AKU MEMBAHAGIAKAN ORANG TUAKU DENGAN REZEKI MU YA RABBI , IZINKANLAH AKU MEMBALAS JASA ORANG TUAKU , IZINKANLAH AKU MEMBUATNYA TERSENYUM SAAT DI TANAH SUCI MU NANTI , INSYAALAH DENGAN REZEKI YANG ENGKAU BERI YA RABBI,IZINKANLAH IA MELIHATKU SUKSES SEBAGAIMANA APA YANG DIHARAPKAN NYA ,IZINKANLAH IA MELIHATKU BERKELUARGA, BAHAGIA MENIMANG CUCU YANG SHOLEH/AH, IZINKALAH IA MENIKMATI HARI TUANYA DENGAN KETENANGAN DALAM BERIBADAH, DAN JIKA SAMPAI WAKTUNYA BERILAH IA KEMATIAN YANG KHUSNUL KHOTIMAH , KEMATIAN MAKRIFAT DISISIMU YA RABBI. Aamiin. Ya Rabbal Alamin..
Ibu ia yang selalu mengajariku tentang beribadah yang sebenarnya, tentang kesederhanaan , Kesabaran,tentang ketulusan , tentang kejujuran, tentang kerja keras, tentang semangat, dan yang utama tentang berderma dalam keiklasan ..
Lagi dan lagi ketika aku mulai lupa, ia mengingatkanku lagi ,tak henti – hentinya, dan tak bosan – bosannya , Ia mengajariku tentang ibadah yang sebenarnya ,tentang kesederhanaan, kesabaran, tentang ketulusan , tentang kejujuran, tentang kerja keras, tentang semangat, dan yang utama tentang berderma dalam keiklasan.
Saya , Aku, Si Fulan ..
Sudah terbiasa dalam kesederhanaan ..
Sederhana bukan berarti tak memiliki ..
Sederhana adalah cara kita memilih hidup yang akan kita dijalani ..
Cukup bagiku ALLAH AZZA WA JALLA ..
Saya ,Aku, Si Fulan ..
Hanya mahluk tempatnya salah , khilaf dan alfa
Segala kelemahan , kekurangan adalah milik Saya ..
Tulisan ini tidak Untuk menyinggung siapapun,.
Tulisan ini sengaja saya buat , untuk menjadi bahan Renungan siapa saja ,.
Ada pelajaran Moral didalamnya , Serta selalu ada hikmah yang bisa kita petik sebagai proses pendewasaan diri ..
Inna maal usri yusra .. wa inna ma’al usri yusra.Ini intisari kehidupan yang Nyata..
dan Segala yang berlebih ku kembalikan padanya..kepada Sang pencipta ALLAH AZZA WA JALLA
Aamiin. By Andi Syifau Rahmy 22/7/014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan di Koment . Untuk Perbaikan Blog saya .. Nice to Meet you and See you .